BI Pastikan Inflasi di Bali Terkendali Selama Acara IMF-World Bank

Harga barang dan jasa di Bali diprediksikan akan naik karena banyaknya permintaan selama pertemuan tahunan IMF-World Bank pada Oktober nanti.
tirto.id – Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardoyo percaya bahwa pihaknya mampu mengendalikan inflasi di Bali selama perhelatan Annual Meeting International Monetery Fund dan World Bank (IMF-WB) pada 8-14 Oktober 2018 mendatang.

“Mungkin aspek inflasi terkendali dengan baik,” ucap Agus di Kementerian Keuangan Jakarta pada Selasa (13/3/2018).

Agus tidak menampik jika harga barang dan jasa di Bali akan naik karena banyaknya permintaan selama pertemuan tahunan IMF-World Bank nanti. Untuk itu, Agus meminta agar segala kebutuhan, seperti tiket penerbangan, transportasi dan hotel benar-benar terpenuhi.

“Penyediaan suplainya harus dipastikan, sehingga tidak terjadi harga yang meningkat karena permintaan tinggi,” ungkap Agus.

Terkait dengan kebutuhan penerbangan, Agus mengatakan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia, Batik Air, dan Singapore Airline agar menambah slot penerbangan.

Selain itu, Agus sudah berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan forum-forum di daerah untuk benar-benar mempersiapkan acara tersebut. “Langsung tadi kita putuskan melakukan koordinasi agar bisa ditingkatkan. Kita juga melibatkan asosiasi-asosiasi maupun unit yang ada kegiatan di Bali untuk bisa merespons tentang kebutuhan-kebutuhan yang mendesak,” ujarnya.

Senada dengan Agus, Menko Kemaritiman yang juga Ketua Panitia Pelaksana Pertemuan Tahunan IMF-WB, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Kementerian Perhubungan sedang berkoordinasi dengan beberapa maskapai untuk menambah slot penerbangan.

Menurut Luhut, saat ini baru maskapai Garuda Indonesia yang sudah menyetujui untuk menambah slot penerbangan dari Singapura menuju Bali dan sebaliknya.

“Jadi akan ada tambahan dari Singapura ke Denpasar. Kita libatkan asosiasi maupun unit kegiatan di Bali untuk respons kebutuhan yang mendesak,” kata Luhut dikutip dari Antara.

Selain itu, lanjut Luhut, pihaknya sudah memesan 21 hotel di Bali untuk peserta yang akan hadir. Ada juga beberapa hotel yang disewa oleh Bank Dunia untuk dijadikan kantor.

“Kami membuat ekspektasi lebih supaya tidak ada kekurangan. Kemudian kami siap koordinasi juga karena banyak pelaku ekonomi yang datang pakai jet pribadi,” ujarnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada akhir bulan lalu, menyampaikan bahwa tiket penerbangan dari sejumlah negara menuju Bali telah ludes untuk tanggal-tanggal menjelang pertemuan tahunan IMF – World Bank pada Oktober 2018. Beberapa peserta disebut-sebut kesulitan mendapatkan tiket.

“Penerbangan sudah fully booked. Dan saat ini masih ada yang ingin datang. Mereka sekarang kesulitan mendapatkan flight in dan flight out-nya,” kata Sri di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin (26/2).

Menurutnya, peserta bakal berdatangan seminggu sebelum pertemuan dimulai. “In-nya sekitar seminggu sebelumnya, out-nya sesudah selesainya annual meeting,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here