Melon Australia Tercemar Listeria, Buah Impor Perlu Diawasi Ketat

Kasus bakteri listeria mencemari buah melon di Australia bukan yang pertama. Pada 2016, Badan Karantina Pertanian di Indonesia juga menemukan ada Apel impor dari AS tercemar bakteri Listeria.
tirto.id – Bakteri Listeria dikabarkan mencemari buah Melon di Australia. Data New South Wales (NSW) Health, pada akhir pekan kemarin, mencatat tiga warga Australia tewas usai mengonsumsi buah jenis rock melon (cantaloupe) yang terkontaminasi bakteri Listeria. Belasan warga lain juga jatuh sakit akibat mengonsumsi melon yang tercemar bakteri ini.

Dekan Fakultas Biologi UGM Budi Setiadi Daryono, yang selama ini aktif meneliti pengembangan melon di Indonesia, menilai pemerintah perlu bergerak cepat untuk mewaspadai dampak penyebaran buah yang tercemar Listeria.

“Berita tersebut benar dan telah dikonfirmasi oleh Badan Karantina terjadi di Australia pada buah melon jenis Rock melon. Pada 2016, kejadian serupa pernah terjadi pada Apel impor dari Amerika dan telah dimusnahkan oleh Badan Karantina,” kata Budi saat dihubungi Tirto pada Senin (5/3/2018).

Budi meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap buah-buah impor asal negara yang pernah menjadi lokasi penyebaran bakteri listeria, terutama melon dari Australia.

Dia mencatat buah melon jenis Rock Melon dari Australia umumnya memang diekspor ke Malaysia dan Singapura. Sementara konsumsi melon di Indonesia mayoritas disuplai oleh produksi petani dalam negeri.

Namun, Budi mengingatkan, untuk menjamin keamanan konsumsi buah di dalam negeri, penyebaran bakteri listeria pada melon di Australia juga penting untuk diwaspadai.

Badan Karantina Pertanian (Barantan) mengklaim telah bergerak cepat menyikapi kabar kematian warga di Australia setelah mengkonsumsi buah rock melon (cantaloupe) yang tercemar bakteri listeria.

“Benar kasus ini terjadi. Kami sudah mendapat konfirmasi resmi pemerintah Australia,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini dalam keterangan resminya pada akhir pekan kemarin.

Dia menegaskan kabar ini adalah sinyal agar pemerintah waspada. “Buah ini diekspor ke Malaysia, Singapura dan beberapa negara lainnya. Kita perlu waspadai utamanya masyarakat yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura,” kata Banun.

Menurut dia, masyarakat di Kepulauan Riau, Batam dan pesisir Sumatera berisiko mengonsumsi buah melon dari Australia. “Bukan tidak mungkin masyarakat di pesisir timur Sumatera berpeluang mengkonsumsinya, karena lalu lintas orang ke negeri seberang cukup intens,” kata Banun.

Dia menambahkan Badan Karantina Pertanian akan memperketat pemeriksaan buah impor asal Australia. Sebab, ada potensi penularan bakteri Listeria ke jenis buah lainnya. Sebab, Badan Karantina sudah pernah memusnahkan buah apel berbakteri listeria asal Amerika pada 2016.

Banun juga mengimbau agar para pelancong dari Australia, Malaysia, Singapura, UEA, Qatar, Jepang, Hongkong, Oman dan Kuwait tidak membawa buah-buahan berisiko ini ke Indonesia. Dia memastikan pengawasan di bandara internasional juga akan ditingkatkan sehubungan dengan kasus ini.

“Ini soal keselamatan konsumen. Kita tidak akan membuka peluang risiko,” kata Banun. “Masyarakat tidak perlu cemas, kita akan terus menjaga. Saya kira buah lokal tetap jadi pilihan terbaik.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here